September Kelabu

Saya merindukan seorang lelaki

Namanya diawali oleh huruf paling awal alfabet

Lalu saya teringat sembilan ratus hari yang lalu kami masih saling menanti

Di ujung terowongan ini terdapat dimensi yang akan menyatukan antara engkau dan saya

Saya pikir keikhlasan itu saya miliki untuk merengkuh kata perpisahan

Ini hanyalah sajak awamatra. Baitnya mati. Rimanya tercekik.

Manifestasi perkawinan pikiran dan emosi ini bukanlah fiksi

Percayakah engkau jika memori mampu menyapu bersih dan memaki tuli?

Itu adalah saat saya teringat engkau.

Merindukan engkau

Menyaksikan sosokmu yang kokoh mengawang di padang gersang melayang.

Tidakkah saya bilang sajak ini memiliki rima tercekik membisik?

Saya rasa itu hanyalah rongga dada yang terhimpit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s