[CERPEN]: 88

radium-logo
source: glogster.com

Kabar itu datang dari sahabat seperjuangan di bangku sekolah dahulu. Tentang seorang yang ia kagumi dan kasihi yang akan menikah bulan November nanti. Saya tidak mengerti, bukankah seharusnya ia membicarakan dirinya yang masih terus melajang daripada orang lain yang mungkin sedang lebih beruntung dari dirinya?

Tapi saya meneruskan membaca surat elektronik kiriman sang sahabat.

Saya katakan bahwa dia hanyalah wanita cacat yang buta, tuli, dan bisu. Namun, sungguh, saya jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama.  Dialah definisi perhiasan dunia, seperti yang pernah kamu bilang pada saya tentang isteri kamu bertahun lalu.

Saya kira dialah yang saya cari. Satu-satunya hal yang membuat saya dan dia dalam bentang dimensi yang berbeda adalah keyakinan. Mungkinkah dia dan saya tidak bakal mencapai akhir yang indah jika secara esensial kami menyembah Tuhan yang hanyalah satu?

Kamu ingat gadis yang pernah mampir dalam pembicaraan kita di suratmu tiga tahun lalu?

Continue reading “[CERPEN]: 88”

[RANDOM THOUGHTS] Kebenaran?

Jika kebenaran adalah sesuatu yang hakiki, absolut, dan menyeluruh, maka semua ini hanya tentang kemauan untuk kembali pada jalan-Nya. Mengapa membuat begitu banyak alasan, mengajukan berbagai justifikasi hanya untuk menenangkan jiwa yang memang telah gelisah dan hati yang sudah tidak tentram? Saudaraku sesama muslim, sadarkah kita bahwa mungkin kita telah tersesat terlalu jauh?

I say I love the rain, I say I love the wind

Source: pinterest.com

Hujan
Rintik fluida merembes celah dan gundah
Cerah
Kau bahkan tak tahu apakah mentari butuh sandaran
Pikirku untuk merangkai rima dalam kata
Renungku untuk menyintesa rasa dalam kertas dan tinta

Hujan
Kubilang aku cinta hujan; dalam mekanikananya yang sejalan
Angin
Pada hembusan napasnya maka aku ingin
Lalu kucari–tidak ingin berlari
Di tengah kuberjingkat dari duri-duri
Dalam interval yang meregang aku terhenti

Continue reading “I say I love the rain, I say I love the wind”