[JOMBLO FII SABILILLAH]: HOW I SPEND MY SATNITE

jomblo2bfisabilillah2
source: blogspot.com

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakaatuh,

Alhamdulillah wa syukurillah, akhirnya bisa menyempatkan untuk membuat tulisan mingguan di laman ini. Pertanda bahwa saya masih belum menyerah untuk mengasah kemampuan menulis, berimajinasi, dan berbahasa Indonesia yang baik serta benar. Juga semangat untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Yah, kalau nggak mau bukan dibilang sekadar curhat.

Sebenarnya isi tulisan ini bakal membahas how I spend my Saturday night. As a Jomblo.

Yap. Tapi saya bukan Jomblo berstandar ledekan. Status saya adalah Jomblo fii sabilillah.

Dan jika ada yang berinisiatif untuk membuat komunitas beirisikan para jomblo ini pastilah kuantitasnya tidak sedikit. Saya tidak meragukan niatan dan kemampuan para pejuang cinta Sang Ilahi. Tetapi memang hanya mereka yang sesama jomblo jenis ini yang bisa saling mengenali.

Akhir-akhir ini, pada sadar kah dengan booming-nya kajian atau talkshow seputar muslimah dan cinta? Kok pemilihan timeline-nya pas banget berentet dengan interval agak berdekatan ya? Membuat saya berprasangka jangan-jangan ada bulan khusus tentang pencerdasan akan berkasih-kasihan dan cinta #cielah.

Tapi, asumsi saya, ini sepertinya kebetulan saja ya. Bagian yang ingin saya soroti adalah mengapa kajian jenis ini ditujukan bagi para muslimah? Apakah para lelaki disana mendapat pencerdasan yang sama? Jika tidak, apa karena mereka terlalu cuek sehingga tidak terlalu menaruh perhatian tentang hal demikian.

Atau karena wanita memiliki kecenderungan mudah terbawa arus perasaan sehingga perlu pelampung pertolongan pertama?

Ini asumsi sih. Tapi sepertinya lebih ke yang kedua ya? Berdasarkan pengalaman pribadi, cerita-cerita yang masuk ke kuping dan tersimpan rapi dalam memori, atau bisik-bisik tetangga kanan-kiri.

Saya pernah menyuarakan protes akan begitu berentetnya kajian tersebut di sekitaran kampus UI. Ada pula yang satu frekuensi. Namun ada pula yang bilang: Memangnya kamu pernah ikut kajian itu? Siapa tahu emang ada yang butuh. Dan pada akhirnya sampai pada cinta karena Allah

Oke, ladies, calm down. Saya memang belum pernah mengikuti kajian tersebut karena berbagai alasan selain bahwa saya tidak tertarik pada tema. Saya sungguh tertarik dengan tema-tema yang diberikan. Saya pun wanita yang kadang terbawa arus perasaan dan membutuhkan pelampung penyelamatan.

Dari notulensi hasil kajian yang disebarkan, saya sampai pada kesimpulan mandiri dan pribadi bahwa urusan itu akan selalu dan selalu kembali pada diri sendiri. Serta Ilahi. Ya, ukhti, cintamu akan kembali pada Allah ‘Azza wa Jalla.

Kita mungkin membutuhkan kajian tersebut untuk membuka cakrawala pikiran atau pola berpikir masing-masing pribadi. Namun, yang ingin saya tekankan, sebagai sesama muslimah, baiknya jangan lupakan apa niatan awal kita untuk mengikuti acara tersebut. Apakah kamu akan semakin galau dengan gejolak perasaanmu? Apakah kamu akan semakin menggebu menyebut nama sosok itu di sepertiga malam yang kau lalui dengan duduk bersimpuh?

(Saya bahkan tidak bernyali untuk menyebut satu nama dalam doa saya lantaran takut menjadi terlalu berharap).

Bulan kian tinggi, wahai ukhti, saya bahkan tidak bakal berbohong bahwa kini saya dirundung problematika serupa.

Pemikiran yang ingin saya bagi adalah bahwa perihal kegalauan tidak melulu soal hati. Sensitivitas kita sudah pasti berbeda dengan lelaki namun tidak berarti jika sikap lemah lembut, perlakuan ‘istimewa’, tutur kata pilihan, yang diarahkan pada kita adalah pertanda bahwa mereka memiliki rasa.

Cukuplah sampai pada kesimpulan bahwa ia adalah lelaki yang pandai bersikap pada lawan jenisnya. Ia tahu bagaimana menempatkan diri saat tidak bersama kaumnya. Dan bagi mereka yang tidak memiliki perilaku demikian maka cukuplah kita mengetahui dan berlapang hati.

Benteng yang kau susun ini bakal menjaga hati pula prasangka. Insyaa Allah kita semua telah mengarah ke sana.

Ukhti fillah, baiknya mari sama-sama ingat rumus sakti ini:

“ Perasaan aku dan dia tidak pernah benar-benar ada atau pun nyata jika lamaran itu tak pernah sampai. “

Karena perasaan dan kasih yang tulus dan nyata hanya hadir dalam suatu ikatan yang sebenarnya, ikrar permanen Lillahi Ta’Ala. Jika hanya sebatas suka-suka lucu, gombal-gombal basi, cinta-cintaan palsu semu bahkan anak-anak kecil zaman sekarang ini pun telah terinfeksi virus yang sama. Apakah cinta itu memiliki level yang sama dengan permainan kanak-kanak mereka yang belum memahami dan gemar meniru?

Bahwa kata ‘I love you’ yang masuk kotak masuk SMS dan saling timpuk senyum kemayu bahkan bisa dilakukan seorang Rachmah Rizky dan Aliando. Di sinetron.

Sayangnya, Aliando adalah seorang aktor. Dan hidup di dunia ini bukan sandiwara. Dan untungnya Aliando dan Rachmah bahkan tidak saling mengenal.

Anyway, berkenaan dengan how I spend my Saturday night saya berencana untuk berkencan dengan dua buah jurnal untuk di-review. Buah dari nilai pre-test praktikum mata kuliah Konversi dan Konservasi Energi (KKE) yang tidak mumpuni. Saya mendapat empat buah jurnal, Alhamdulillah, sudah tercicil sebelumnya.

Dan tepatnya saya mengisi jam-jam Malam Minggu mendung berhawa sejuk ini dengan menulisi laman blog saya. Kebetulan banget ditemani lagu Main Hati dari Andra and the Backbone dan Untitled dari Maliq & D’essentials.

Sepertinya menceritakan How I Spent my Saturday Night (as a Jomblo) lumayan atraktif dan menarik untuk ditulis. Apalagi untuk sekadar curhat. Untung-untung siapa tahu ada celetukan atau ilmu baru seputar Jomblo yang bisa dibagi.

Mari saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah dari yang mungkar. Saran dan komentar sangat dibutuhkan untuk perbaikan diri penulis dan berbagi ilmu.

Wallahu A’lam Bishshawaab

Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakaatuh.

NB: Untuk yang belum ngeh dengan kajian-kajian tersebut sebenarnya mereka cukup malang melintang di beberapa grup Whatsapp yang saya ikuti. Juga dibagikan oleh beberapa akun media sosial. Some googling won’t hurt, tho’.

30/04/2016

22:00

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s