[GUNUNG HUTAN]: DIVISI GUNUNG HUTAN KAMUKA PARWATA FTUI

 

img_1976

Assalamu’alaykum,

Saya sudah pernah menulis mengenai cerita dan info perjalanan pendakian. Pernah juga membuat posting-an mengenai navigasi darat serta materi peta kompas. Tapi saya belum memperkenalkan darimana saya mendapatkan ilmu tersebut. Organisasi macam apa yang saya ikuti sehingga saya mendapatkan materi se-komprehensif yang saya pernah coba bagi.

Kali ini saya akan mulai membahas dari organisasi bernama KAPA FTUI kemudian berlanjut pada Divisi Gunung Hutan.

Mitos Anak Pecinta Alam Kamuka Parwata FTUI

KAPA FTUI? Yang sekrenya di Pusgiwa Teknik Lantai 2 itu? Yang anggotanya kalau bicara di forum galak banget? Yang jorok dan sering berantakan itu?

Banyak mitos yang beredar mengenai para anggota pecinta alam, seperti yang disebutkan di atas. Itu baru yang beredar di kalangan mahasiswa teknik, entahlah jika orang luar berpikirnya apa. Yang pasti setiap kami melakukan perjalanan operasional ada dua hal yang kami coba camkan: Jaga baik-baik nama KAPA, jaga nama KAPA baik-baik. Dan sampai sekarang, Alhamdulillah, kami sebagai anggota masih mampu menjaganya.

Singkatnya, KAPA FTUI berdiri pada 18 Oktober 1972, banyak di antara para pendiri tersebut merupakan para mahasiswa pertama FTUI, termasuk pula para dosen yang kini mengajar di kampus. Pada awalnya, kegiatan kepecintalaman yang kami lakukan berforkus pada Lingkungan Hidup daripada operasional seperti Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) pada umumnya. Itulah mengapa kami tidak memiliki gaya latihan fisik se-intens Mapala meskipun kami tetap memperhitungkan agar mencapai taraf cukup sebelum menjajal medan.

Telah banyak era serta generasi yang dilalui oleh kandang kesayangan kita ini. KAPA FTUI mewadahi mahasiswa FTUI manapun yang ingin melakukan kegiatan pecinta alam atau pun lebih dekat dengan alam; termasuk terbuka pula dengan orang luar. Para mahasiswa FTUI merupakan anggota yang belum dilantik. Sementara untuk mendapatkan nomor registrasi, emblem, dan slayer harus mengikuti rangkaian Pelantikan Anggota Baru (PAB). Di kegiatan ini kami diberikan materi pendidikan dasar yang harus dimiliki setiap anggota pecinta alam: ilmu mendaki gunung serta penanaman MI (mental dan ideologi).

Anak KAPA FTUI kok galak?

Bukan galak. Mungkin lebih tepatnya kami agak sedikit keras. Bukan yang radikal atau jenis tukang cari ribut. Perjalanan operasional tidak mungkin dilalui tanpa melakukan persiapan. Dan materi paling esensial dalam pembentukan pola pikir, belajar perspektif orang lain, berpikir lebih kritis, membaca karakter, serta pemecahan masalah, terletak pada rapat persiapan. Tidak jarang terjadi adu argumen sengit di dalam rapat hingga muncul kalimat tidak menyenangkan. Sementara di medan operasional kami belajar dalam hal mengandalkan insting primitive bertahan hidup, pengambilan langkah taktis, pengontrolan emosi, serta menjalin hubungan yang lebih erat dengan sesama anggota lain.

Hemat saya, tidak bakal mudah memahami anggota pecinta alam KAPA FTUI jika ia belum pernah merasakan jalan bersama atau mengikuti rapat kita. Kita tidak keras, namun kita hanya sadar bahwa alam lebih keras sehingga kita berusaha mengimbanginya. Kita tidak keras, saat di medan operasional dan sebelum menuju ke sana kita harus mempersiapkan agar tidak perlu menyabung nyawa di jalan. Dan sesungguhnya, bagi saya, mereka yang hanya merasakan menjadi anggota tanpa pernah benar-benar mengikuti kegiatan operasional seperti hanya merasakan dan mendapatkan separuh dari apa yang seharusnya seluruh.

Anak KAPA FTUI kok kalo ngomong di forum kayak marah-marah?

Sedikit banyak itu mencerminkan gaya rapat yang biasa kita jalani. Tidak berarti kita saling tarik urat, kita hanya straightforward. Ketika saya membaca situasi seperti ini, membandingkan ketika sebelum dan setelah menjadi anggota, hal tersebut muncul karena anak KAPA jauh lebih kritis, tidak bertele-tele, lebih taktis, dan mengedepankan PDCA (Plan Do Check Action). Sehingga pada forum besar di IKM FTUI para anggota KAPA terkesan marah-marah. Kita tahu apa yang baiknya dikedepankan saat rapat dan di luar itu semua.

Anak KAPA FTUI jorok dan berantakan?

Maybe I’m gonna laugh at this. Kadang, bisa jadi, berantakan dan jorok sudah secara alamiah ada pada manusia. Apalagi penghuni yang menetap dan mampir di sekretariat melebihi hitungan jari tangan; belum termasuk tamu dan alumni. Bukan berarti ruang sekre tidak pernah dirapikan, disapu, dan dipel. Hampir tiap minggu rutin. Tapi yang memakai Pusgiwa Teknik tidak hanya KAPA FTUI. Kesadaran tiap anggota tidak sama dengan anggota lain. Jadi statement ini tidak bisa digeneralisasikan asal pukul rata begitu saja. We’re open to whoever wants to stop by and have small chitchat. Also if you need a hand. Jika sekretariat lain terlihat sepi dan rapi mungkin karena tidak terlalu banyak anggota yang menyambangi dan membuat ‘keriuhan’ di sana.

Sudah pernah coba nongkrong bersama anak pecinta alam? Sudah pernah jalan bareng anak pecinta alam?

Kalau belum, berarti kamu ketinggalan banyak ilmu serta kebersamaan.

FOTO BERSAMA MUSIM PENGEMBARAAN 2015 | Atas (kiri-kanan): Zainul ex-Kadiv Olahraga Air, Dezaldi ex-Kadiv Caving, Ajitata ex-Kadiv Gunung Hutan, Fauzan ex-Kadiv Rock Climbing. Bawah (kiri-kanan): Fikri Kepala Rombongan (Karom) Gunung Hutan, Shafrian Karom Olahraga Air (sekarang Kadiv), Havel asal nempel (sekarang Kadiv), Christo Karom Caving (sekarang Kadiv), Rezza Karom Rock Climbing

 

Divisi Gunung Hutan

peak gif

Ada yang bilang dari ke-empat divisi di KAPA FTUI masing-masing memiliki karakter khas yang mencerminkan kegiatan yang biasa diikuti. Bisa jadi ada hubungannya dengan medan yang kita akrabi. Tapi sebagai seorang anggota divisi Gunung Hutan, saya hanya akan membahas spesifik pada bidangnya.

Pada awalnya saya ingin bergabung dengan divisi Rock Climbing dengan embel-embel berusaha mengalahkan rasa takut akan ketinggian. Apa daya seperti sudah ditakdirkan untuk tetap takut pada ketinggian. Kemudian terdampar lah saya pada divisi ini. Dan seperti sudah ditakdirkan pula, saya jatuh cinta dengan Gunung Hutan, beserta para penghuninya. Apakah ini terkait dengan karakter dan guyonan kami yang saling mencerminkan? Bisa jadi.

Biasanya para anggota yang enggan mencoba atau bergabung dengan divisi ini adalah karena bawaaan yang berat dan perjalanan yang panjang dan melelahkan. Kemudian pendaki gunung pada umumnya bakal bilang ia suka menjajal gunung lantaran lelah terbayar akan keindahan pemandangan yang tampak dari puncak. Dan juga ada dokumentasi yang ciamik, pastinya.

Jika itu adalah perkaranya, sama sekali bukan.

Untuk pola pikir tiap anggota divisi dan keterampilan dalam pemecahan masalah serta pengambilan langkah taktis, itu semua beragam; bergantung pada pengalaman di lapangan serta seberapa banyak kegiatan yang ia ikuti. Mari kita mulai dari apa yang didapatkan sebagai anggota Divisi Gunung Hutan secara pengetahuan:

  • Manajerial Operasional (ilmu packing, penghitungan logistik, gear peralatan, dsb)
  • Pembacaan Peta Kompas
  • Navigasi darat dan Orientasi Medan
  • Teknik Hidup Alam Bebas (survival)
  • Buka Jalur

Nah, itu baru dari segi materi output yang diharapkan dimiliki oleh setiap anggota Gunung Hutan. Saya akan mendeskripsikan sedikit apa yang didadapatkan, hal remeh temeh yang justru membuat kita selalu terkenang akan tiap perjalanan operasional:

Kebersamaan. Ini yang tidak pernah tergantikan, tidak bisa terulang, tidak bisa terimitasi. Karena bentuk output ini adalah momen, memori. Bukan sekadar dokumentasi di atas kertas atau layar digital. Saat-saat dimana kondisi fisik saya menurun lantaran sedang datang bulan dan memiliki anemia, anggota lain bergantian membantu saya melewati medan yang cukup melelahkan. Atau di pagi hari yang dingin, muncul dari balik bivak flysheet yang menjadi kandang temporer, kita membuat sarapan dengan sepenuh hati lantaran lapar yang mendera karena lelah dan dingin. Suasana memasak yang sederhana namun penuh tawa karena ada saja hal yang menjadi guyon dan obrolan.

Bonding antar anggota. Salah satu anggota perjalanan, sebut saja L, nyaris terperosok masuk ke dalam jurang berbatu saat di Hutan Lumut karena saking kelelahan dan luput melihat trek yang dilalui. Anggota segera mencoba untuk menolong. Tiap bebatuan terjal dan batang kayu yang menghubungkan antara jurang sempit, kita mengulurkan tangan, saling memegang kuat memastikan teman lain baik-baik saja. Disitulah kita harus saling percaya, minimal jika bukan nyawa yang saling genggam, setidaknya kita saling berhutang luka terbuka.

Milikku juga milikmu. Saat perjalanan, logistic yang di dalam carrier siapapun merupakan milik bersama. Apa yang masuk ke dalam mulut satu teman, diusahakan untuk dibagi pada teman lain. Ini perjalanan bersama, medan dan jarak yang ditempuh sama meskipun dengan stamina fisik yang berbeda. Sekalipun terdapat logistic pribadi sebagai cadangan jika hal buruk terjadi (re: tersesat, terpisah, dsb).

Yang terakhir, tentu saja, dokumentasi. Manusia memiliki kecenderungan untuk ingin memiliki keindahan, menyimpan dengan tujuan selamanya. Setidaknya ini adalah tanda kenangan kita pernah menyambangi alam, cinderamata bahwa ramah-tamah dengan alam merupakan dambaan.

Nah, sekarang mari saya perkenalkan dengan Kepala Divisi (Kadiv) Gunung Hutan pada Badan Pengurus KAPA FTUI (BPKF) 2015. Namanya Aji Tata Irwinsyah, Teknik Elektro 2013, PAB 2013, NR. 1315. Kesayangan karena masih muda namun kebapakan. Seperti sosok kakak yang tidak pernah saya miliki. Ngomong jika perlu, guyonan jenis ‘ngecakin’, meskipun bicara seolah tidak punya nada tapi tiap kata yang keluar—Insyaa Allah—selalu tepat ngena di hati. Celekit gimana gitu. That kind of I-take-no-shit guy. Meskipun cuek tapi beliau cukup thoughtful serta sangat memperhatikan anggota divisi, terutama saat perjalanan operasional. Singkatnya, beliau mengayomi kami sebagaimana seharusnya, selalu yang paling tenang dan terlihat paling kuat di medan operasional. Karena mental perjalanan kami terbeban di pundaknya. Entahlah, saya sebenarnya tidak pernah tahu sampai batas mana mental dan fisik yang beliau miliki karena sebagai Kadiv pastilah beliau berusaha untuk selalu lebih kuat dan membimbing kami. Bahkan meskipun ketika kepengurusan telah berganti. Kadiv Gunung Hutan Musim Pengembaraan 2015 bagi PAB 2014 adalah Aji Tata Irwinsyah.

Aji Tata Irwinsyah, Kepala Divisi Gunung Hutan 2015, Teknik Elektro 2013, PAB 2013, NR. 1315

Lalu, pemuda macam apa yang bisa menggantikan Kadiv sebelumnya? Biasanya karakteristik Kadiv, khususnya untuk Gunung Hutan, memiliki kemiripan. Dalam hal kekuatan mental juga fisik. Dari segi pengetahuan, saling mengimbangi dan melengkapi. Secara teknis peserta Musim Pengembaraan bisa menjadi Kepala Divisi. Tapi siapa yang memiliki sifat dan sikap seorang Kadiv? Tipe yang mengayomi dan mampu merangkul seluruh anggota divisi. Pada kepengurusan BPKF 2016 ini yang mendapat tugas membina dan mengayomi tersebut jatuh kepada salah satu teman. Ia bernama Havel Trahasdani, Teknik Mesin 2014, PAB 2014, K-316-15. His most distinguished feature is his muscles. Ada beberapa yang memberi panggilan sayang: ‘Otot’. Baru-baru ini saat perjalanan operasional Gunung Lawu ada seorang anggota bertanya:

” Vel, gimana caranya bisa punya lengan kacang kayak lo?”

Sudah hampir setahun berlalu namun guyonan lengan dan bodi kacang sampai sekarang masih membuat beberapa orang tertawa. Mungkin karena kesuksesan kawan yang satu ini dalam mempertahankan bentuk lengan dan bodinya.

Havel Trahasdani, Kepala Divisi Gunung Hutan 2016, Teknik Mesin 2014, PAB 2014, Stambuk K-316-15
Ajitata: Titip dedek-dedek emesh ya, Vel | Havel: Iya bang. Tolong ingatkan juga jika khilaf.

Yang pasti di IKM FTUI ini terdapat banyak tempat untuk belajar dan menimpa ilmu selain di ruang kelas. Tinggal pilih, ilmu dan pengetahuan apa yang ingin dimiliki. Terdapat berbagai wadah untuk menyalurkan bakat dan aspirasi. KAPA FTUI dan divisi Gunung Hutan adalah yang saya pilih sebagai salah satu tempat belajar dan bertumbuh. Sedikit banyak mereka merefleksikan apa yang ada dalam diri saya. Jadi jika kamu bertanya seperti apa KAPA FTUI dan divisi Gunung Hutan, bisa  dilihat pada tiap anggotanya. Bisa jadi seperti saat kamu membaca tulisan ini dan berusaha menerka-nerka.

Mari saling mengingatkan dalam kebaikan serta mencegah dari yang mungkar.

Wassalamu’alaykum.

 

SEE OUR VIDEO: Video Musim Pengembaraan Argopuro 2015 (Persembahan Untuk Mendiang Sang Mentor)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s