[JURNAL TENTANG KEKUATAN]: WAKTU

hourglass_by_wflead-d4c8c3j
credit: deviantart by wflead

Waktu.

Kadang ia tidak mau ambil pusing dengan kondisi. Tidak pula peduli dengan jiwan dan fisik yang jenuh pun letih.

Mungkin ia hanya asing dengan istilah titik batas.

Sementara tiap insan harus siap dengan kemampuan untuk menggeser titik batas lebih jauh lagi, ada variabel yang sering dilupakan. Variabel dimana menggeser titik batas pun memiliki batas. Hingga waktu saja yang menjadi jawaban atas tiap cobaan.

Karena uluran tangan Tuhan dan usaha untuk kembali ke jalan yang lurus tidak mengenal dimensi waktu.

Saya marah pada mereka yang tidak mau memberikan waktu. Padahal, siapa mereka beraninya mengklaim waktu? Ketika saya merasa terhimpit atau pun terbata, memangnya kamu dimana untuk menciptakan celah rongga bagi udara yang masuk?

Memangnya jika kamu kuat, manusia lain bakal sama? Ada tujuh milyar jiwa yang berada di genggaman Dzat yang bukan buatan makhluk fana. Memangnya menjadi lemah di dunia yang keras dan terus berputar terasa mudah?

Banyak yang mencoba, lebih banyak lagi yang ingin. Tetapi, kamu, punya sampai beraninya menggenggam waktu?

Saya tahu, ini adalah ujian. Semua pun ingin menuju kesana.

Saat manusia mencapai titik batas, saat itu lah waktu memilih untuk berhenti. Dan waktu pun membutuhkan waktu untuk kembali pada lintas peredaran dimensi.

Ah, betapa saya merindukan jiwa-jiwa yang lembut tanpa prasangka. Mungkin kalian pun merindukan hal yang sama.

Tidak mengapa. Jangan bersedih, Allah bersama kita.

Tentu saja, kalimat tadi, ditujukan kepada saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s