[REVIEW]: DEUTER AIRCONTACT 40+10 SL WOMEN SERIES (Bahasa Indonesia)

Deuter Aircontact 40 + 10 SL (Octika Adinda, Argopuro, East Java)

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakaatuh,

Libur telah tiba, libur telah tiba! Hore~ hore~ horeeee~~ #inTasyavoice

Simpanlah tas dan bukumu. Lupakan saja skripsimu. Libur telah tiba!

Mau kemana kita? Mari keluarkan peta! Eits—

Sebelum itu, saya akan memberikan ulasan atau review tentang tas yang bisa digunakan untuk membawa barang-barang selama liburanmu. Seri tas ini sebenarnya cukup versatile karena bisa untuk trekking sedang, backpacking, atau pun travelling.

Mungkin kebanyakan sudah familier dengan merek dagang Deuter. Saya akan membahasnya sekilas. Deuter merupakan merek dagang dari Jerman yang memproduksi spesialis gear untuk perjalanan. Awalnya, pada 1989, Hans Deuter menyuplai Bavarian Royal Mail dengan mailbags dan post sacks. Terus berekspansi ke sackcloth, car and horse blanket, tent rental, satchel, backpack, luggage, leather goods, etc. Pada 1920-an hingga 1970, perusahaan menyediakan barang berbagai ekspedisi yang dilakukan oleh negara Jerman. Terus berkembang dengan memproduksi barang kebutuhan outdoor seperti kantung tidur (sleeping bag). Deuter memiliki berbagai nilai yang berusaha dipegang teguh oleh perusahaan, teman-teman bisa mengeceknya di website mereka http://www.deuter.com/DE/en/about-deuter.html.

Produk backpack memiliki beberapa seri: winter, daypack, family & kids, climbing, travel, school, trekking, hiking, dan bike. Untuk produk Deuter Aircontact yang akan saya ulas ini merupakan seri dari tas trekking mereka. Bukan yang terbaru, sekitaran keluaran tahun 2014. Dari website, tas dengan warna Papaya Lava ini sepertinya sudah diskontinu. Warna yang tersedia untuk yang terbaru adalah cranberry-aubergine dan midnight-petrol. Tentunya kalau teman-teman membuka situs mereka untuk melihat spesifikasi tas ini sudah ada beberapa perubahan dan inovasi. Tetapi dari segi fitur, sejauh ini belum ada yang berbeda atau ditambahi/kurangi.

…It’s always hard to change a winning team. But it was time to refine our Aircontact legends. They are still extremely durable, but now come in a more modern, slim look. And they are more comfortable, too, with their new flexible Active Fit shoulder straps and the revised hip wing construction.

Volume: 40 + 10 Litre (Slim Line/Women Series)

Size: 76 x 32 x 24 (H x W x D) cm [NEW: 74 x 26 x 20] cm

Weight: 2.3 kg [NEW: 2350 gr]

Material: Deuter-Duratex 330D Micro Rip Pro 6.6

Harga masih baru barang ini saat itu sekitaran Rp 2,500,000,-. Sekarang mungkin sudah sekian kalinya—belum dua kalinya sih. Kalau mau cek harga dan coba-coba, kunjungi distributor mereka saja. Saran saya sih beli keril macam begini saat SUPER SALE yang biasanya diadakan setahun sekali atau saat Festival Outdoor, potongannya bisa sampai 50%.

Ini barang harganya udah kayak sewa kamar kos saya 3-4 bulan (Kukusan, Depok). Mending ditabung sekalian atau modal nikah.

 

OVERVIEW

Sekilas, keril ini memiliki dimensi yang mirip dengan Consina Expert Series Nogales 60 L. Serta daya tampung yam hampir sama pula. Hanya saja yang kedua sedikit melebar ke samping dalam desain. Tentu saja dengan fitur yang berbeda. Bisa dibilang jika kalian memiliki budget yang rendah, keril Consina tersebut bisa menjadi alternatif. Ia bisa digunakan oleh pendaki wanita lantaran dimensinya yang tidak terlalu besar serta strap yang lumayan nyaman dan lembut.

Jika kamu ingin berinvestasi dalam pendakian dengan rencana perjalanan dan medan yang lumayan serta memiliki budget, maka saya sarankan untuk memiliki Deuter Aircontact 40 + 10 SL ini. Seri slim line memiliki ukuran terbesar hingga 70+10. Sebanding dengan apa yang bakal kamu dapatkan yaitu kenyamanan yang lebih dan fitur yang lebih.

Keduanya cocok digunakan untuk pendakian gunung dengan medan mudah hingga menengah seperti di kawasan Jawa Barat, Tengah, dan Timur. Juga beberapa di Sumatera dan Bali. Mungkin gunung dengan kondisi dan medan tak terlupakan seperti Raung memerlukan ruang lebih. Tergantung lama perjalanan pula. Jika berencana menempuh perjalanan dengan sistem buka jalur atau bertahan hidup di alam bebas (survival) jelas kamu membutuhkan keril lebih besar.

Yang penting jangan coba-coba membawa keril seperti ini ke Leuser. Titik.

Continue reading “[REVIEW]: DEUTER AIRCONTACT 40+10 SL WOMEN SERIES (Bahasa Indonesia)”

Advertisements

[CERPEN]: AJIAN GITA

drained
In frame: Havel T. (during a recess, Mt. Argopuro, East Java)

Sinopsis:

Kau yang sedang mencinta, kembali lah kepada realita. Kepada yang hatinya terbelenggu dan tertambat, jangan tertukar antara racun dan obat. Kepada kau yang terjatuh dan tersesat, jangan kau lepas pegangan yang kian menguat.

Ketika Gita berkata bahwa ia merindukan Rengganis.

♫♪ || Banda Neira – Kau Keluhkan (Esok Pasti Jumpa); Ke Entah Berantah; Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti.


“ Kita bakal ikut. “

Aji tidak menyahut.

Apa yang ia pikirkan? Bahwa perjalanan lima hari empat malam menempuh trek puluhan kilometer bakal semudah itu? Dan kini ia berencana untuk melakukannya sendirian. Dia pasti sudah gila.

Sejurus kemudian ia bergumam, “ Gita ingin kesana. “

Lalu kenapa? Saya nyaris menyerukan kalimat itu tepat di telinganya. Ini adalah gunung dengan trek terpanjang di Pulau Jawa. Persetan bahwa ia telah menjelajahi Sindoro menyambung Sumbing dan Slamet. Atau menapaki hutan Lawu dengan keril terisi penuh seringan melangkahi jalanan beraspal. Atau dia sudah bolak-balik menyambangi Semeru, Kerinci, dan Latimojong bersama kawan sekolah atau konco kuliah. Atau ketika ia marathon Merapi-Merbabu hanya karena dorongan impulsif lantaran ia masih kuat untuk lanjut. Atau bahwa ia pernah melakukan ekspedisi ke belantara Kalimantan selama sekian minggu. Atau ketika ia tersesat di hutan lumut belantara Argopuro dua tahun lalu dengan kehabisan logistik dan hanya bermodalkan peta, kompas, dan korek api.

Pendakian tidak akan pernah sama. Walaupun itu adalah gunung dan trek yang sama. Atau bahkan kawan jalan yang sama. Hal-hal yang terjadi, momen yang terlewati, waktu yang dinanti, segalanya pasti berbeda. Apa yang ia pikirkan?

Continue reading “[CERPEN]: AJIAN GITA”

[GUNUNG HUTAN]: DIVISI GUNUNG HUTAN KAMUKA PARWATA FTUI

 

img_1976

Assalamu’alaykum,

Saya sudah pernah menulis mengenai cerita dan info perjalanan pendakian. Pernah juga membuat posting-an mengenai navigasi darat serta materi peta kompas. Tapi saya belum memperkenalkan darimana saya mendapatkan ilmu tersebut. Organisasi macam apa yang saya ikuti sehingga saya mendapatkan materi se-komprehensif yang saya pernah coba bagi.

Kali ini saya akan mulai membahas dari organisasi bernama KAPA FTUI kemudian berlanjut pada Divisi Gunung Hutan.

Mitos Anak Pecinta Alam Kamuka Parwata FTUI

KAPA FTUI? Yang sekrenya di Pusgiwa Teknik Lantai 2 itu? Yang anggotanya kalau bicara di forum galak banget? Yang jorok dan sering berantakan itu?

Continue reading “[GUNUNG HUTAN]: DIVISI GUNUNG HUTAN KAMUKA PARWATA FTUI”

[GUNUNG HUTAN]: ANAK GUNUNG DAN NAVIGASI DARAT (PART I)

navigasidarat
Perjalanan operasional Musim Pengembaraan Argopuro 2015 (Lokasi: Danau Taman Hidup)

Assalamu’alaykum,

Sebagai seorang anggota dari pecinta alam Kamuka Parwata FTUI divisi Gunung Hutan saya ingin menulis sesuatu yang memberikan ‘identitas’ bagi saya, si penulis. Sekaligus menambah opini mengenai perbedaan akan pendaki gunung dan anggota pecinta alam.

Pendaki gunung mendaki gunung karena ia memang menyukainya. Tidak ada materi ataupun output khusus yang ingin didapatkan kecuali mungkin kebersamaan, pengalaman, dan dokumentasi.

Sementara untuk seorang anggota pecinta alam, khususnya mereka yang menekuni gunung hutan ada target output yang ingin didapatkan dari setiap perjalanan operasional, bahwa ia memiliki tujuan untuk belajar dan terus memperbaiki apa yang telah lewat.

Untuk mereka yang memiliki ketertarikan akan alam namun masih ragu mungkin perlu tidak hanya sekadar mencari tahu saja. Tapi juga mencoba.

Disini saya ingin membagi sedikit apa yang telah saya dapatkan dalam menjadi bagian dari anggota Kamuka Parwata FTUI, khususnya divisi Gunung Hutan (bisa juga baca posting perjalanan operasional kami di laman lain). Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai pembacaan peta (map reading).

Continue reading “[GUNUNG HUTAN]: ANAK GUNUNG DAN NAVIGASI DARAT (PART I)”